Jumat, 16 Oktober 2009

SMA 67 JAKARTA PROUDLY PRESENTS

Minggu, 04 Oktober 2009


Blair: Look down deep, into the soul I know you have, and tell me if what you feel for me is real, or if it’s just a game. If it’s real, we’ll figure it out, all of us. But if it’s not, then please Chuck, just let me go.
Chuck: It’s just a game, I hate to lose. You’re free to go.
Blair: Thank you.
Serena: Chuck, why did you just do that?
Chuck: Because, I love her. But I can’t make her happy.


Serena: Oh, I can’t believe Blair won.
Dan: Yeah, who voted for her?
Chuck: Me, about 150 times. I wasn’t putting the Nelly Yuki Ballots in, I was taking them out.
Serena: But what about what she said you did to her limo, hotel, and her corsage?
Chuck: The dress looks better without it.
-hands key to Serena-
Give this to her, It’s to the pent house of the plaza. You didn’t think you were the only one who knew about the scrapbook did you?
Serena: … Chuck, I can’t believe i’m saying this, but that was really sweet.
Chuck: I just wanted to make sure she had the perfect night.

Kamis, 24 September 2009


Blair: Whatever you’re going through, I want to be there for you.
Chuck: We’ve talked about this. You are not my girlfriend!
Blair: But I am me, and you are you. We’re Chuck and Blair, Blair and Chuck. The worst thing you’ve ever done, the darkest thought you’ve ever had. I will stand by you through anything.
Chuck: And why would you do that?
Blair: Because, I love you!
Chuck: … Well that’s too bad.
Gossip Girl: Spotted: Chuck Bass fleeing his father’s funeral, and Blair Waldorf sheddings tears for the dearly departed.

Jumat, 24 Juli 2009

Pesan Terakhir

Jadi, gue disuruh bikin pesan terakhir buat tugas Bahasa Indonesia. Dan harus membuat surat dengan emosi, dan dari hati terdalam. Jadi kita harus membayangkan keadaan kita:
1. Sekarat
2. Udah dipanggil Malaikat Izrail
Susah. Banget. Gue sampe bingung, pembukaannya apa, sampe isi, dan penutupnya. Akhirnya gue bikin dengan emosi yang membara.

Pesan Terakhir

Hari ini, 27 Juli 2009.Kini aku terbaring seolah hidup diambang usai. Tak kusesali aku terlahir, karena diriku menjadi seorang yang indah karena aku memliki kalian, keluarga yang terbaik. Pertama-tama, aku ingin berterimakasih kepada bapak dan ibu yang telah membimbing aku hingga saat ini. Kalian tidak pernah mengenal lelah, ataupun bosan untuk mengajarkan aku hal-hal yang baik. Kalian juga tidak pernah melakukan tindakan yang keras kepada aku. Aku sangat beruntung bisa menjadi anak kalian berdua.

Namun, akulah yang selalu berbuat jahat kepada kalian. Aku selalu membantah semua perkataan kalian. Setiap kali kalian menasihatiku, aku selalu marah. Aku tidak pernah mendengarkan semua omongan kalian. Yang hanya bisa aku lakukan adalah, meminta, dan marah. Tapi kalian selalu memenuhi semua keinginanku. Kalian selalu berusaha membuat aku senang, dan puas. Kalian tidak pernah membuat aku kecewa. Aku benar-benar sangat menghargai hidupku yang sekarang, karena aku sangat beruntung bisa lahir dari keluarga yang indah ini. Aryo, walaupun aku juga tidak bisa menjadi adik yang baik tapi aku sangat berterimakasih kepadamu. Karena kamu selalu melindungiku disaat aku membutuhkan perlindungan. Kamu selalu berusaha untuk membuat aku aman. Aku selalu tenang jika aku bisa menceritakan semua bebanku padamu. Kamu adalah kakak terbaik yang pernah kumiliki.

Walaupun saat ini aku tidak bisa lagi berada di dekat kalian, namun aku akan selalu berada bersama kalian. Walaupun aku sudah tiada, namun aku akan selalu tetap hidup, karena aku tidak mau melupakan keindahan ini, karena hidup adalah anugrah, dan memiliki kalian adalah suatu keberuntungan yang amat sangat. Dan kini, aku akan pergi tanpa merasa sedih, dan aku harap kalian juga tidak banyak meneteskan air mata untukku karena hidup tetaplah hidup, sekali asal aku kembali kepadaNya.

Gimana? Kata Lala, Nadhira, Riva bagus loh. Apalagi paragraf terakhir, katanya sedih banget hehe terimakasih ya:) Tapi, nanti disuruh maju ke depan, dan baca suratnya itu. Yang gue takutin adalah, gue nangis ditengah surat. Sedih banget kalo ngebaca suratnya, seakan-akan gue beneran mau meninggal (Astagfirullah Aladzim). Oh ya, tugas gue udah banyak banget nih. Tapi tingkat kerajinan gue lagi ada di titik tengah, jadi gue ngga males buat ngerjain tugas hehe Alhamdulillah semoga sampe kelas 3 tetep rajin kaya gini. Dan setelah bulan puasa, setiap hari gue akan les, les, dan les. Dari les private dirumah 2 kali seminggu, les matematika, antara 2 kali atau sekali seminggu, sampe bokap gue yang mau masukkin gue ke EF atau Wall Street, nurut aja deh biar masuk IPA hehe Aamiin:)

Rabu, 22 Juli 2009

When You Love Someone

I love you but it’s not so easy to make you here with me
I wanna touch and hold you forever
But you’re still in my dream
And I can't stand to wait ‘till nite is coming to my life
But I still have a time to break a silence
When you love someone
just be brave to say that you want him to be with you
when you hold your love
don’t ever let it go
or you will loose your chance
to make your dreams come true...
I used to hide and watch you from a distance and i knew you realized
I was looking for a time to get closer at least to say... “hello”
And I can’t stand to wait your love is coming to my life
When you love someone
just be brave to say that you want him to be with you
when you hold your love
don’t ever let it go
or you will loose your chance
to make your dreams come true...
And I never thought that I’m so strong
I stuck on you and wait so long
but when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
just be brave to say that you want him to be with you
when you hold your love
don’t ever let it go
or you will loose your chance
to make your dreams come true...

Minggu, 19 Juli 2009

49

Kangen. Gue kangen banget sama 49. 49 udah bikin gue betah dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Dari mulai anak-anaknya, guru-gurunya (walaupun ngeselin), gedungnya, suasananya yang ramah banget, sampe penjaga kantinnya.

Gue kangen jajan nasi kuning, nasi uduk, martabak mie, mie goreng, mie rebus, iki oke, teh poci. Gue kangen pak boim, pak udin, pak hai.
Gue kangen gedung A yang berisik karena depannya langsung jalan raya.
Gue kangen gedung B yang seger,sejuk, dan harus pake jalan kaki sebelum nyampe.
Gue kangen telat bareng anak-anak lain.

Gue mau balik ke 49.
Gue mau ketemu anak-anak 49, semuanya.
Gue mau ketemu guru-gurunya lagi, yang ngeselin tapi ngangenin banget.
Gue mau foto 49 satu angkatan lagi.
Gue rela ngulang 8 tryout.

Awal masuk 49, sebenernya gue agak ngga betah, tapi ngga ada alasan yang jelas juga kenapa gue ngga betah apalagi pas kelas 7. Kelas 7 itu kayak lama banget. Masuk siang, pulang sore. Ngantuk. Males ngapa-ngapain deh pokoknya. Tapi gue seneng bisa masuk 77. Anaknya rame, asik. Gue seneng banget pas LDKS, soalnya seru walaupun gue ngga kepilih jadi 10 besar OSIS tapi tetep aja berkesan banget buat gue.

Pas kenaikkan kelas 8, gue bener-bener ngga ada temen dari kelas 7. Bingung banget mau main sama siapa di kelas gue. Akhirnya gue duduk sama Rissa, anaknya alim banget. Ngomongnya aja aku-kamu, beda banget sama gue. Akhirnya tempat duduk dipindahin sama wali kelas gue, Bu Ratih. Gue duduk sama nawang, dipanggilnya saibo. Tapi, si manda minta tukeran tempat duduk, akhirnya gue duduk sama farach. oke, jujur gue ngga betah duduk sama dia. Sangat ngga betah. Ngomongin cowoknya terus, gue jadi susah merhatiin pelajaran, dan selama gue duduk sama dia ulangan gue pasti remed semua, pasti hehe maaf ya farach. Sekitar pertengahan Agustus, ada anak baru namanya Shasha, dia pindahan dari Makasar. Gue speechless banget pas awal ngeliat dia, dari atas sampe bawah pink semua! Kunciran, tas, pokoknya semuanya. Tapi, anaknya pinter banget. Akhrinya gue duduk sama silfie, tapi karena tempat duduknya rolling gitu, jadi tiap 2 minggu sekali, gue duduk sama shasha, lumayanlah ketularan sedikit. Kelas 86 itu seru banget, kelas paling seru yang pernah gue punya (waktu itu). Namanya Weressers. Pokoknya, sekelas itu udah bener-bener kaya sodara deh, tiap hari seneng-seneng bareng, kompak banget. Banyak banget kejadian yang seru di 86. Dari mulai fauzan nembak anggia dengan gaya yang sangat berlebihan, setiap hari jumat selalu nyanyi bareng di kelas, beli makanan lidi pas jam pelajaran, ngga pernah merhatiin pak dirman ngajar, di setrap sama pak ikhwan (satu kelas), pokoknya banyak, dan enak banget. Paling seru pas jadi panitia LDKS hehe akhirnya gue kepilih jadi OSIS loh kelas 8, jadi koord sekbid persepsi, apresiasi, dan seni. Pokoknya seru banget, apalagi pas jurit malam, hahaha masa gue pernah ngejain adek kelas gitu sampe kepalanya dia kejedot pohon.

Nah, gue paling sedih pas kenaikkan kelas 9. Yang ada dibayangan gue cuma pasti-kelasnya-ngga-seasik-86 ok, awalnya emang beneran ngga asik mungkin anaknya belom nyatu banget kali ya, tapi untungnya ada silfie,jill,yuyu yang selalu menghibur gue hehe, jadi kelas 9-nya asik asik aja. Kelas 9 itu repot banget, gue capek kelas 9. Walaupun ngga ada tugas, tapi bener-bener bikin capek. Apalagi kalo kita ngga belajar dari awal, ngga akan bisa apapun deh. Kelas 9 semester 1, gue masih nyantai. Sering jalan gitu lah, tapi pas semester 2 gue udah mulai tobat sedikit, kurangin jalan sama temen, tapi tetep ngajak nyokap gue jalan dengan 1000 alasan. Semester 2, gue mulai private. Jadi, gue ada bimbel dan private. Tapi gue lebih mengandalkan ke private, karena bimbel gue sangatlah tidak ngefek. Paling seru pas foto buku tahunan, asik banget. Kelas gue, 93 ngambil tempat di Segarra, Ancol gratis, asik ya. Walaupun 3 hari sebelum sesi pemotretan, sekelas udah sempet bingung banget soalnya ngga ada kendaraan buat kesana-nya bareng-bareng. Tapi akhirnya pake mobil pribadi semua.

Waktu yang paling ditunggu-tunggu kelas 9 adalah, selesai UN dan UAS, setelah itu bebas deh. Selesai UN, gue sama anak-anak langsung ke Waterboom. Bulan Mei, kita nginep di villa essa, sentul. Seru banget deh. Selasai dari sentul, kita kalo pergi pasti bareng kemana-mana (anak cewe dan cowo-nya). Kenapa baru mulai asik pas udah mau perpisahan ya? Kenapa ngga dari dulu aja? 49 itu ngangenin banget. Gue ngga bisa ngapa-ngapain kalo udah kangen sama 49, pasti diem, sambil nangis.